RESUME Modul 2 - Kegiatan Pendahuluan Dalam Pembelajaran Terpadu - Pembelajaran Terpadu di SD Universitas Terbuka Malang



MODUL 2
Kegiatan Pendahuluan Dalam Pembelajaran Terpadu
Pembelajaran Terpadu di SD - Universitas Terbuka Malang


Baca juga

Nama : Mukhammad Nur Arifin
NIM : 858851383
Mata Kuliah : Pembelajaran Terpadu SD


A.    A. MAKNA KEGIATAN PENDAHULUAN

Kegiatan pendahuluan merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dengan komponen-komponen pembelajaran lainnya. Kegiatan pendahuluan pada dasarnya merupakan kegiatan yangharus ditempuh guru dan siswa pada setiap kali pelaksanaan sebuah pembelajaran. Fungsi kegiatanpendahuluan terutama adalah untuk menciptakan suasana awal pembelajaran yang efektif yangmemungkinkan siswa dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Sebagai contoh ketikamemulai pembelajaran, guru menyapa anak dengan nada bersemangat dan gembira (mengucapkansalam), mengecek kehadiran para siswa dan menanyakan ketidakhadiran siswa apabila ada yangtidak hadir. Melalui kegiatan ini, siswa akan termotivasi untuk aktif berbicara dan mengeluarkanpendapatnya sehingga pada akhirnya akan muncul rasa ingin tahu dari setiap anak. Dengandemikian, melalui kegiatan pendahuluan siswa akan tergiring pada kegiatan inti baik yang berkaitandengan tugas belajar yang harus dilakukannya maupun berkaitan dengan materi ajar yang harusdipahaminya.

 

B.     B. BENTUK KEGIATAN PENDAHULUAN

Kegiatan menyiapkan siswa yang langsung berkaitan dengan materi yang akan dibahas disebutkegiatan awal pembelajaran. Sementara itu kegiatan yang tidak langsung berkaitan dengan materiatau kompetensi yang akan dibahas disebut kegiatan pra pembelajaran.Kegiatan utama yang perlu dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran ini diantaranya, yaitumenciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang kondusif, memberi acuan, melaksanakankegiatan apersepsi (apperception) dan penilaian awal (pre-test).

Kegiatan pendahuluan sepertisebagai berikut :

1.      Penciptaan Kondisi Awal Pembelajaran

Proses pembelajaran terpadu akan berhasil dengan baik apabila guru sejak awal dapatmengkondisikan kegiatan belajar secara efektif. Upaya yang perlu dilakukan untuk mewujudkankondisi awal pembelajaran yang efektif tersebut, misalnya :

a.       Mengecek atau memeriksa kehadiran siswa (presence, attendance)Sebelum kegiatan inti pembelajaran dimulai sebaiknya guru mengecek atau memeriksa terlebihdahulu kehadiran siswa. Jika jumlah siswa dalam satu kelas terhitung banyak maka perlu cara yanglebih praktis agar tidak terlalu menyita atau menghabiskan waktu, salah satu cara yang dapatdilakukan guru adalah dengan menanyakan atau meminta siswa yang hadir di kelas untukmenyebutkan siswa yang tidak hadir, kemudian guru menanyakan alasan ketidakhadiran siswa yangtidak hadir tersebut.

b.      Menumbuhkan kesiapan belajar siswa (readiness)Kesiapan belajar siswa merupakan salah satu prinsip belajar yang sangat berpengaruh terhadap hasilbelajar siswa.

Ada beberapa alternatif yang dapat dilakukan guru dalam menciptakan kesiapanbelajar siswa, khususnya yang dilakukan pada awal pembelajaran diantaranya :

1.      Membantu atau membimbing siswa dalam mempersiapkan fasilitas dan sumber belajar yangdiperlukan dalam kegiatan belajar.

2.      Menciptakan kondisi belajar yang kondusif dan konstruktif dalam kelas.

3.      Menunjukkan sikap penuh semangat (antusiasme) dan minat mengajar yang tinggi.

4.      Mengontrol (mengelola) seluruh siswa mulai dari awal pembelajaran.

5.      Menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta minat danperhatian siswa.

6.      Menentukan kegiatan belajar yang memungkinkan siswa dapat melakukannya.

c.       Menciptakan suasana belajar yang demokratisSejak saat awal pembelajaran, siswa harus sudah mulai diarahkan pada suatu kondisi atau suasanabelajar yang demokratis dalam rangka menumbuhkan keaktifan siswa dalam belajar. Suasana yangdemokratis dalam pembelajaran terpadu akan menumbuhkan keberanian siswa dalam menjawabpertanyaan, keberanian untuk bertanya, keberanian berpendapat atau mengeluarkan ide/gagasan,dan keberanian memperlihatkan unjuk kerja (performance). Untuk itu guru hendaknyamengembangkan kegiatan awal pembelajaran yang memungkinkan siswa merasa bebas, sukarela,tidak merasa ditekan atau dipaksa dalam belajar.

d.      Membangkitkan motivasi belajar siswaMotivasi merupakan motor penggerak aktivitas belajar. Motivasi belajar siswa berkaitan erat dengantujuan yang hendak dicapai oleh siswa. Bila siswa yang sedang belajar menyadari bahwa tujuan yanghendak dicapai berguna atau bermanfaat baginya maka motivasi belajarnya akan muncul dengankuat. Motivasi belajar seperti intrinsik atau motivasi internal. Motivasi ekstrinsik atau motivasieksternal merupakan motivasi belajar dengan tujuan untuk mendapatkan sesuatu (pujian, hadiah).Motivasi intrinsik disebut pula motivasi murni. Guru harus berusaha memunculkan motivasi intrinsikpada diri siswa di awal kegiatan pembelajaran terpadu. Umpamanya dengan cara menjelaskankaitan tujuan pembelajaran dengan kepentingan atau kebutuhan siswa. Memunculkan motivasiekstrinsik dapat dilakukan antara lain dengan cara memberikan penguatan seperti memberi pujianatau hadiah, menciptakan situasi belajar yang menyenangkan, atau memberi nasihat.

e.       Membangkitkan perhatian siswaPerhatian ialah pemusatan energi psikis (pikiran dan perasaan) terhadap suatu objek yang dipelajari.Makin terpusat perhatian pada pelajaran, proses belajar makin baik, dan hasilnya akan makin baikpula. Oleh karena itu sejak awal pembelajaran terpadu guru harus selalu berusaha supaya perhatiansiswa terpusat kepada pelajaran.

 

2.      Memberi Acuan

Dalam kaitan dengan kegiatan awal pembelajaran, memberi acuan diartikan sebagai upaya gurudalam menyampaikan secara spesifik dan singkat gambaran umum tentang hal-hal yang akandipelajari dan kegiatan yang akan ditempuh selama pembelajaran berlangsung.

Kegiatan yang dapat dilakukan guru dalam memberi acuan, diantaranya sebagai berikut :

a.       Memberitahukan tujuan (kemampuan) yang diharapkan atau garis besar materi yang akandipelajariKegiatan paling awal yang perlu dilakukan guru sebelum membahas pelajaran adalahmemberitahukan tujuan atau kompetensi dasar yang diharapkan dikuasai siswa setelah pembejarandilakukan atau garis besar materi yang akan dipelajari untuk mencapai tujuan atau kompetensitersebut.

b.      Menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang akan ditempuh siswaKegiatan lain yang dapat dilakukan di awal pembelajaran adalah menjelaskan alternatif kegiatanbelajar yang akan dilakukan di awal pembelajaran adalah menjelaskan alternatif kegiatan belajar yang akan dilakukan siswa. Dalam tahapan ini, guru juga perlu menyampaikan pada siswa tentangkegiatan belajar yang bagaimana yang harus ditempuh siswa untuk menguasai kemampuan tersebutatau dalam mempelajari teman, topik, atau materi pembelajaran terpadu. Misalnya, jika dalampembelajaran akan digunakan diskusi maka guru harus menyampaikan teknik atau langkah-langkahyang akan ditempuh siswa selama kegiatan diskusi. Jika dalam proses pembelajaran akan digunakanmetode eksperimen maka guru harus menyampaikan teknik atau langkah-langkah eksperimen yangakan ditempuh. Jika pembelajaran akan berlangsung dengan kerja kelompok maka guru membentukkelompok dan menyampaikan teknik atau prosedur kerja kelompok tersebut.

 

3.      Membuat Kaitan (Melaksanakan Apersepsi)

Kegiatan membuat kaitan pada awal pembelajaran biasanya dikenal dengan melakukan apersepsi.Dengan kata lain, apersepsi itu pada dasarnya yaitu menumbuhkan tanggapan-tanggapan lama yangtelah dimiliki siswa sebelum memberikan bahan baru, atau menerima tanggapan-tanggapan barudengan bantuan tanggapan-tanggapan lama. Atau dengan kata lain apersepsi menekankan padaupaya guru dalam menghubungkan materi pelajaran yang sudah dimiliki oleh siswa dengan materiyang akan dipelajari oleh siswa.

Berikut ini beberapa cara diantaranya yang dapat dilakukan guru dalam membuat kaitan ataumelakukan apersepsi :

a.       Mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.

b.      Menunjukkan manfaat materi yang dipelajari.

c.       Meminta siswa mengemukakan pengalaman yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas.

 

4.      Melaksanakan Tes Awal

Tes awal atau pre-test dilaksanakan untuk mengukur dan mengetahui sejauh mana materi akanbahan pelajaran yang akan dipelajari sudah dikuasai oleh siswa. Informasi ini akan digunakan olehguru untuk menentukan darimana pembahasan materi baru akan dimulai.

 

KEGIATAN INTI DALAM PEMBELAJARAN TERPADU 

A.    A. MAKNA KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

Kegiatan inti sering juga disebut kegiatan instruksional. Pada dasarnya kegiatan ini merupakan kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses pembentukan pengalaman belajar siswa (learning experiences). Kegiatan inti dalam pembelajaran terpadu merupakan kegiatan yang kompleks, terutama dalam proses penguasaan pengalaman belajar siswa terhadap kemampuan yang telah dirumuskan secara terpadu. Dengan demikian, untuk menumbuhkan pengalaman belajar siswa secara terpadu perlu ditempuh melalui proses pembelajaran yang direncanakan secara matang.

Pada prinsipnya kegiatan inti dalam pembelajaran adalah suatu proses pemben tukan pengalaman dan kemampuan siswa secara terprogram yang dilaksanakan dalam durasi waktu tertentu. Guru perlu mengupayakan bagaimana caranya supaya siswa dapat mengoptimalkan kegiatan belajarnya. Melalui kegiatan inti pembelajaran siswa tidak hanya diharapkan memiliki kemampuan yang merupakan dampak instruksional (langsung berkaitan dengan tujuan pembelajaran yang dirancang sesuai kurikulum) tetapi juga memiliki sikap positif terhadap bahan pelajaran (sebagai dampak pengiring dari kegiatan pembelajaran). Hal ini hanya mungkin dicapai apabila proses pembahasan dan atau penyajian bahan pelajaran dirancang dengan baik oleh guru, apalagi dalam pembelajaran terpadu yang memiliki karakteristik tersendiri. Di samping itu, untuk me ningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran hendaknya melibatkan siswa sebanyak mungkin, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbuat langsung, dan memenuhi kebutuhan siswa baik individual maupun kelompok. Untuk itu, kegiatan inti pembelajaran hendaknya merupakan kegiatan yang bervariasi.

 

B.     B. BENTUK KEGIATAN INTI PEMBELAJARAN

Pada prinsipnya, kegiatan inti dalam pembelajaran terpadu berkaitan dengan bagaimana melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terpadu. Setelah kegiatan awal tersebut dilakukan maka selanjutnya guru mengorganisasikan atau mengatur proses pembelajaran dengan menggunakan cara/teknik/metode/pendekatan yang bervariasi yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar berkadar aktivitas tinggi. Hal tersebut menjadi sangat penting karena melalui pengaturan proses pembelajaran tersebut diharapkan terjadi suatu proses perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan kompetensi dasar yang diharapkan, misalnya dari tidak memahami menjadi memahami. dari tidak mengerti menjadi mengerti, dari tidak mampu menjadi mampu, dari tidak terampil menjadi terampil, dan sebagainya Siswa akan dapat memahami bahan pelajaran, siswa akan mampu menerapkan bahan pelajaran, dan siswa akan memiliki sikap positif terhadap bahan pelajaran jika proses pengorganisasian/pengaturan pembelajaran dilakukan secara efektif dan efisien. Efektif dalam pengertian dapat mencapai sasaran yang diharapkan, sedangkan efisien dalam pengertian dapat dilakukan dengan menggunakan sarana, waktu, tenaga yang dimiliki. Namun demikian, dalam pelaksanaannya guru tetap harus menyesuaikan kegiatan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi karena kegiatan pembelajaran bersifat situasional. Bagaimana seorang guru sekolah dasar dapat mengorganisasikan kegiatan inti pembelajaran terpadu secara efektif dan efisien? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, paling tidak terdapat dua hal yang perlu Anda pahami, yaitu sebagai berikut.

Pertama, penyajian bahan pembelajaran harus dilakukan secara terpadu melalui penghubungan konsep dari mata pelajaran satu dengan konsep dari mata pelajaran lainnya. Penjelasan lebih lanjut tentang hal tersebut dapat Anda pelajari dalam Modul 4 yang membahas secara khusus mengenai perancangan pembelajaran terpadu.

Kedua, guru harus berupaya menyajikan bahan pembelajaran terpadu dengan menggunakan strategi dan media pembelajaran yang bervariasi, yang mampu mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam upaya penemuan pengetahuan baru. Seperti yang telah disajikan sebelumnya bahwa kegiatan inti pembelajaran hendaknya melibatkan siswa sebanyak mungkin, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berbuat langsung, dan memenuhi kebutuhan siswa baik individual maupun kelompok.

 

Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan yang dirancang guru agar terjadi prosesn belajar pada diri siswa. Proses belajar akan terjadi pada diri siswa apabila siswa terlibat aktif secara intelektual dan emosional (termasuk keterlibatan fisik) dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini berarti bahwa kegiatan pembelajaran harus terfokus pada siswa  (student-centered). Kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa akan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi.

Kegiatan yang demikian akan memenuhi keingintahuan siswa dan mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Kegiatan pembelajaran semacam ini akan menjadi sarana pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa seperti menganalisis dan menanggulangi, memberikan kesempatan kepada siswa tidak hanya sekadar mengulang informasi yang disampaikan guru, tetapi lebih pada kegiatan siswa untuk menemukan dan memecahkan masalah.

Seperti yang telah Anda pelajari, bahwa belajar terjadi melalui proses pengalaman. Pengalaman tersebut dapat berasal dari mengerjakan sesuatu atau mengamati orang lain melakukan sesuatu. Pengalaman yang diperoleh dari mengerjakan sesuatu dapat dirancang oleh guru dengan meminta siswa melakukan percobaan, berlatih mengerjakan soal, berdiskusi, membuat karangan, melakukan wawancara, dan sebagainya. Sementara itu, pengalaman yang diperoleh dari pengamatan dapat dikembangkan guru melalui kegiatan demonstrasi yang dilakukan guru, mengamati teman lain yang melakukan suatu keterampilan, pemberian penjelasan tentang materi, pemutaran program video atau audio, dan sebagainya. Dengan memberikan kesempatan kepada untuk terlibat langsung dalam pembentukan pengetahuan, pembelajaran yang dilaksanakan guru akan memberikan makna bagi siswa terhadap apa yang dipelajari.

1.      Tujuan

Anda tentu sudah mengetahui bahwa kemampuan yang diharapkan dikuasai sisw berkenaan dengan penguasaan pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan sikap da nilai. Setiap jenis kemampuan tersebut menuntut kegiatan pembelajaran yang berbed Penguasaan pengetahuan menuntut adanya kegiatan pengkajian seperti mendengarka penjelasan guru, memperhatikan demonstrasi, melakukan observasi, melaksanakan percobaan, berdiskusi, dan sebagainya. Pembentukan keterampilan menuntut adanya kegiatan latihan. Keterampilan hanya akan dikuasai siswa apabila siswa melakukan latihan. Kemampuan siswa memainkan alat musik dapat dikuasai dengan baik oleh siswa apabila siswa banyak berlatih. Keterampilan menyatakan pendapat dengan lancar akan dapat dikuasai oleh siswa apabila pembelajaran memberi kesempatan kepada siswa untuk berlatih menyatakan pendapat. Sementara itu, pembentukan sikap dan nilai menuntut pembelajaran berupa penghayatan. Sikap kerja sama akan dimiliki siswa apabila kegiatan pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan kerja sama. Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran menentukan kegiatan pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan guru.

2.      Materi

Jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran juga turut menentukan penentuan kegiatan pembelajaran. Apabila materi yang akan dibahas bersifat abstrak maka dalam kegiatan pembelajaran guru hendaknya memberikan contoh-contoh. Apabila materi yang dibahas merupakan materi baru maka guru hendaknya memberikan penjelasan singkat atau melakukan demonstrasi. Sebaliknya apabila materi yang akan dibahas sudah dikenal siswa maka guru dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran yang me nuntut siswa untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan materi tersebut. De ngan mencermati penjelasan tersebut tampak bahwa dalam menentukan kegiatan pem belajaran, guru hendaknya memperhatikan jenis dan tingkat kesulitan materi pelajaran.

3.      Siswa

Dalam menentukan kegiatan pembelajaran, guru juga perlu memperhatikan faktor siswa, yang mencakup karakteristik dan jumlah siswa di dalam kelas. Apabila akan me laksanakan percobaan di laboratorium, guru harus yakin bahwa bahan dan alat yang ada di laboratorium bukan merupakan hal yang baru sehingga pada waktu memasuki laboratorium siswa tidak merasa canggung menggunakan alat-alat percobaan. Apabila guru akan meminta siswa untuk melakukan diskusi kelompok, guru sudah yakin bahwa siswa sudah mampu mengemukakan dan menanggapi pendapat.

4.      Guru

Di samping tujuan, jenis dan tingkat kesulitan materi, serta siswa, faktor guru juga turut menentukan perancangan kegiatan pembelajaran. Kemampuan guru dalam mengelola kegiatan pembelajaran perlu diperhatikan dalam melaksanakan pembelajaran. Apabila guru merasa tidak mampu melakukan percobaan, sebaiknya guru meminta bantuan guru lain untuk melakukan percobaan tersebut.

5.      Fasilitas, Ruang, dan Waktu

Faktor lain yang perlu diperhatikan guru dalam menentukan kegiatan pembelajaran. adalah fasilitas, ruang, dan waktu yang tersedia. Melakukan percobaan secara individual memang akan sangat baik bagi siswa. Tetapi apabila alat dan bahan yang tersedia tidak mencukupi untuk setiap siswa, bukan berarti kegiatan percobaan ditiadakan. Dalam hal ini guru dapat meminta siswa untuk melakukan percobaan kelompok. Selain itu, apabila Anda memiliki waktu yang tidak banyak, metode kerja kelompok kurang tepat dilaksanakan karena Anda akan menghabiskan waktu tersebut hanya untuk membentuk kelompok dan mempersiapkan fasilitas yang diperlukan.

 

KEGIATAN AKHIR DAN TINDAK LANJUT DALAM PEMBELAJARAN TERPADU 

A.    A. MAKNA KEGIATAN AKHIR DAN TINDAK LANUT

Kegiatan akhir dalam pembelajaran terpadu tidak hanya diartikan sebagai kegiatan untuk menutup semua rangkaian kegiatan pembelajaran. Kegiatan ini juga mengandung makna sebagai kegiatan untuk memantapkan pemahaman siswa terhadap kompetensi dasar dan bahan pembelajaran yang telah dipelajarinya, serta mengetahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang telah berlangsung dan dijalani oleh siswa dan guru. Dengan melakukan kegiatan akhir pembelajaran, guru akan mengetahui kompe tensi yang sudah dan belum dikuasai siswa. Kegiatan yang biasa dilakukan guru dalam kegiatan akhir ini adalah memberikan tes, baik lisan maupun tertulis. Selain itu, guru hendaknya melakukan kegiatan akhir pembelajaran agar siswa memperoleh gambaran yang utuh tentang pokok-pokok materi yang sudah dipelajarinya. Kegiatan tersebut be rupa kegiatan meninjau kembali penguasaan siswa.

Berdasarkan hasil kegiatan akhir (meninjau kembali penguasaan siswa dan/atau melaksanakan penilaian), guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Dari hasil tes, guru akan mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran oleh siswa baik secara individual maupun kelas. Dengan memperhatikan tingkat penguasaan siswa, guru perlu melakukan kegiatan tindak lanjut. Hal ini berarti bahwa kegiatan tindak lanjut pembelajaran merupakan kegiatan lanjutan yang ditempuh berdasarkan pada proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa, misalnya melalui kegiatan pemberian tugas atau latihan yang harus dikerjakan siswa di rumah, menjelaskan kembali bahan pembelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, meminta siswa membaca bahan pembelajaran dari sumber tertentu, dan memberikan motivasi atau bimbingan belajar. Kegiatan tidak lanjut pembelajaran dapat dilaksanakan di luar jam pelajaran, sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Pada prinsipnya, kegiatan tindak lanjut pembelajaran dilaksanakan untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa.

 

B.     B. BENTUK KEGIATAN AKHIR DAN TINDAK LANJUT

1.      Kegiatan Akhir Pembelajaran

Kegiatan yang dapat dilakukan guru untuk meyakinkan bahwa kompetensi yang ditetapkan dikuasai siswa di antaranya adalah meninjau kembali penguasaan siswa dan melakukan penilaian.

a.      Meninjau Kembali Penguasaan Siswa

Untuk meninjau kembali penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari siswa, guru dapat melakukan dua cara yaitu merangkum (menyimpulkan) pokok materi atau membuat ringkasan materi pelajaran. Kegiatan merangkum (menyimpulkan) dan membuat ringkasan sebaiknya dilakukan oleh siswa di bawah bimbingan guru. Sehingga pada saat siswa membuat rangkuman atau kesimpulan atau ringkasan itu salah atau kurang sempurna, guru dapat membetulkan atau menyempurnakan rangkuman kesimpulan/ringkasan yang dibuat siswa. Dalam melaksanakan kegiatan membuat rangkuman/kesimpulan/ringkasan, hendaknya memperhatikan kriteria berikut :

1)      Berorientasi pada acuan hasil belajar dan kompetensi dasar.

2)      Singkat, jelas dan bahasa (tulis/lisan) mudah dipahami.

3)      Kesimpulan/rangkuman/ringkasan tidak keluar dari topik yang telah dibahas.

4)      Dapat menggunakan waktu sesingkat mungkin.

b.      Melaksanakan Penilaian

Pengecekan atau penilaian terhadap pemahaman siswa sangat penting dilakukan guru dengan maksud untuk melihat apakah siswa telah mencapai kompetensi dasar yang diharapkan, atau belum. Oleh karena itu guru perlu memiliki kemampuan dalam menilai hasil belajar siswa.

Memberikan tes merupakan salah satu kegiatan akhir yang sering dilakukan gu ru. Untuk itu, guru perlu memiliki kemampuan mengembangkan alat evaluasi untuk mengukur hasil belajar siswa. Tes yang dilakukan pada akhir pembelajaran disebut tes akhir (post-test), yaitu tes yang ditujukan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

Waktu yang tersedia untuk kegiatan akhir relatif singkat maka guru perlu meng identifikasi kegiatan teknik yang dianggap tepat untuk menilai penguasaan siswa. Dalam prosesnya guru dapat melaksanakan penilaian secara lisan atau tertulis. Apabila waktu yang dimiliki tidak banyak, guru dapat menunjuk beberapa siswa yang termasuk pada kelompok lambat belajar (slow learner) untuk menjawab pertanyaan secara lisan atau membuat kesimpulan. Atau apabila waktunya cukup banyak dan memadai, guru dapat melakukan penilaian secara tertulis. Hal ini menunjukkan bahwa guru harus memiliki kreativitas yang tinggi dalam menilai hasil belajar siswa agar pelaksanaan penilaian akhir tersebut efektif dan efisien.

2.      Melaksanakan Tindak Lanjut Pembelajaran

Berdasarkan hasil kegiatan akhir (meninjau kembali penguasaan siswa dan/atau melaksanakan penilaian), guru dapat mengetahui tingkat keberhasilan pembelajar an yang telah dilaksanakan. Dari hasil tes, guru akan mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran oleh siswa baik secara individual maupun kelas. Dengan memperhatikan tingkat penguasaan siswa, guru perlu melakukan kegiatan tindak lanjut. Kegiatan tidak lanjut pembelajaran dapat dilaksanakan di luar jam pelajaran, sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Pada prinsipnya, kegiatan tindak lanjut pembelajaran dilaksanakan untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa baik dalam bentuk pengayaan (enrichment) maupun perbaikan (remedial). Coba Anda perhatikan beberapa alternatif kegiatan yang dapat dilakukan dalam melaksanakan kegiatan tindak lanjut pembelajaran terpadu, berikut ini.

1.      Memberikan Pekerjaan Rumah

Hasil evaluasi yang dilakukan pada akhir pembelajaran memberikan gambaran kepada guru tentang tingkat penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut guru dapat memberikan tugas atau latihan kepada siswa, baik untuk meningkatkan maupun untuk memantapkan penguasaan siswa terhadap kompetensi yang diharapkan. Pekerjaan rumah (homework) pada dasarnya merupakan kegiatan yang sudah sering dilakukan oleh guru sekolah dasar untuk meningkatkan atau memantapkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

2.      Membahas Kembali Bahan Pelajaran yang Dianggap Sulit

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, guru mengetahui kompetensi yang sudah dan yang belum dikuasai siswa. Mungkin saja masih ada bahan pelajaran yang belum dapat dikuasai siswa pada saat mengikuti proses pembelajaran karena dianggap cukup sulit. Dalam kondisi seperti itu, guru perlu membahas kembali materi pelajaran yang dianggap sulit tersebut. Namun demikian, guru perlu mempertimbangkan jumlah waktu yang tersedia. Jika memungkinkan untuk memberikan penjelasan tanpa memerlukan waktu yang banyak, guru dapat menjelaskan bahan pelajaran tersebut pada saat itu juga sebelum jam pelajaran berakhir. Namun, apabila membutuhkan waktu yang relatif panjang, perlu dicari alternatif lain misalnya dilaksanakan di luar jam pelajaran. Untuk pembahasan kembali pada pertemuan berikutnya, guru hendaknya membuat desain tin dak lanjut pembelajaran yang mencakup rumusan tujuan atau kompetensi yang akan dicapai, kegiatan belajar, evaluasi serta sumber belajar yang diperlukan. Desain tersebut didasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan.

3.      Menugaskan Membaca Materi Pelajaran Tertentu

Kegiatan tindak lanjut pembelajaran terpadu yang dapat diberikan guru adalah menugaskan siswa untuk membaca topik tertentu yang sesuai dengan pokok materi yang telah dibahas dari sumber bacaan yang telah ditetapkan. Untuk tugas ini, sebaiknya guru memberikan pertanyaan-pertanyaan pengarah sebagai pedoman siswa dalam membaca topik tersebut. Selain itu, siswa diberikan tugas untuk membuat laporan hasil bacaannya. Perlu diperhatikan, bahwa kegiatan tindak lanjut ini sulit dilaksanakan pada kelas rendah (kelas I dan 2) karena siswa belum dapat membaca dengan baik.

4.      Memberikan Motivasi atau Bimbingan Belajar

Pada kegiatan akhir dan tindak lanjut, guru perlu memberikan balikan dan bim bingan belajar, baik kepada siswa yang telah berhasil menguasai kompetensi maupun kepada siswa yang belum berhasil. Pemberian balikan ini dapat dilakukan dengan memberikan penguatan (reinforcement) baik verbal (dengan kata-kata atau kalimat) maupun nonverbal. Dengan kreativitasnya, guru mampu memilih kata-kata, kalimat atau ungkapan yang bersifat afirmatif (dapat menggugah dan menggelorakan semangat belajar tinggi), misalnya: "Kamu pasti bisa!, "Semua pasti mampu melakukannya!", "jangan takut salah, Ibu akan membimbingmu !", dan sebagainya.

5.      Mengemukakan Topik untuk Pertemuan Berikutnya

Kegiatan tindak lanjut lain yang dapat dilakukan guru adalah mengemuka kan atau memberikan gambaran kepada siswa tentang topik bahasan atau tema yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Hal ini dilakukan untuk membimbing atau mengarahkan siswa dalam kegiatan belajar yang dilakukan di luar jam pelajaran. Dengan informasi tersebut, diharapkan siswa akan membaca atau mempelajarinya terlebih dahulu. Dengan demikian, pemahaman akan topik atau tema yang akan dibahas akan lebih mudah dipahami dalam waktu relatif singkat.

 

Penulis : Mukhammad Nur Arifin, S.E., S.Pd.SD.

"Jika ada kesalahan penulisan nama, pengertian, penjelasan, dan sebagainya, silahkan komentar di bawah ini atau kirim email kepada kami, kami akan segera mungkin akan meralat postingan ini."


إرسال تعليق

Cookie Consent
Kami menyajikan cookie di situs ini untuk menganalisis lalu lintas, mengingat preferensi Anda, dan mengoptimalkan pengalaman Anda.
Oops!
Sepertinya ada yang salah dengan koneksi internet Anda. Silakan sambungkan ke internet dan mulai menjelajah lagi.
AdBlock Detected!
Kami telah mendeteksi bahwa Anda menggunakan pemblokiran iklan di browser Anda. Silahkan di nonaktifkan Adsblock-NYA!
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.